BREAKING

Jumat, 12 Desember 2014

Diduga Proyek Tanggul Desa Kemuning Tidak Tuntas

Kades Kemuning Tekankan Kepada Kontraktor Untuk Menyelesaikannya Kemuning,(Global) Diduga proyek tanggul Dinas PU, di Desa Kemuning,Inhil yang memakai dana APBD Riau Tahun 2012 bernilai Rp 375 Juta belum tuntas dikerjakan.Bahkan hingga masuk akhir Bulan September 2012,pengerjaan proyek tanggul belum nampak satupun pengerjaan dilapangan. Menurut keterangan tokoh Pemuda Kemuning Eri,kepada media ini,beberapa waktu lalu mengatakan, pada awalnya kami tidak menyangka adanya pengerjaan tanggul didesa kami. Tetapi ketika diperhatikan dengan seksama melalui plangnya terlihatnya bahwa ada pengerjaan tanggul dijalur Muardi itu,tetapi karena alat beratnya terbenam pengerjaan itu terhenti sampai saat ini,jelas Eri. Dan yang mengherankan kami kenapa pelaksanaan proyek itu tidak juga dikerjakan sampai saat ini,tegas Tokoh Pemuda Kemuning itu lagi. Sementara itu Kades Kemuning Aprizal ketika dimintai komentarnya mengenai hal itu meminta kepada pihak kontraktor segera bisa menuntaskan pengerjaan proyek tersebut.Karena sebagai kades, saya tidak ingin ada terkendala pengerjaan didesa saya,tegas Aprizal.(Rgc)

sumber RIAU GLOBAL

Masyarakat Kemuning Keluhkan Tidak Tuntas Proyek Tanggul

 
Jika Hujan Jalan Susah Dilintasi Kemuning,(Global) Hingga saat ini, masyarakat Lubuk Besar, Kecamatan Kemuning,Inhil mengeluhkan belum tuntasnya pengerjaan proyek tanggul didesa mereka. Pasalnya, semenjak dikerjakan beberapa bulan lalu dan hingga saat ini belum juga tuntas pekerjaannya. Karena tidak selesainya pengerjaan proyek tanggul itu, mengisahkaan cerita sedih dimana jika hujan datang masyarakat sekitar yang ingin membawa hasil kebun tidak bisa melintasi jalan tersebut. Seperti yang disampaikan Rusdi,masyarakat Kemuning kepada www.riau-global.com melalui Hpnya,Sabtu (06/10) malam mengatakan, kami disini sangat menderita pak,apalagi saat hujan turun masyarakat sekitar yang ingin mengeluarkan hasil perkebunan tidak bisa karena susah dilintasi. Itu semua karena tidak tuntasnya pekerjaan tanggul,sesal Rusdi. Untuk itu kami mengharapkan kepada pihak-pihak yang terkait untuk bisa memperhatikan persoalan ini,ujar Rusdi. Sebelumnya, ketika belum ada pekerjaan itu jalan bisa dilintasi tetapi setelah pengerjaan pembangunan tanggul dikerjakan malah jalan tersebut tidak dilalui,sesal tokoh masyarakat Kemuning itu lagi. Sementara itu Kades Lubuk Besar Aprizal ketika dikomfirmasikan masalah itu melalui Hpnya, tidak berhasil dihubungi karena hpnya lagi dalam keadaan mati.(Rgc

sumber artikel RIAU global

kasus penjualan lahan di kecamatan kemuning

Kemuning,(Global) Diduga Kepala Desa (Kades) Lubuk Besar,Kecamatan Kemuning, Inhil berinisial Ap, telah menjual lahan desa seluas sebanyak 5.000 hektar kepada pengusaha keturunan berinisial Sw cs. Menurut Tokoh Pemuda Kemuning, Eri dan Eka, yang dihubungi www.riau-global.com melalui Hpnya mengatakan, beberapa waktu lalu mengatakan, kejadian ini ini sudah lama terjadi,dimana oknum kepala desa tahun 2008 lalu telah menjual lahan milik masyarakat kepada para pengusaha itu sementara masyarakat tersebut tidak satupun yang menikmati uangnya. Padahal sebatas diketahui lahan yang diperjual belikan itu berada dalam Hutan Taman Industri (HTI) milik perusahaan PT Argo,sebut kedua pemuda yang getol memperjuangkan lahan masyarakat itu. "Kami sebenarnya sudah lama ingin membawa kasus ini kepada pihak-pihak yang terkait tetapi terhalang karena jauhnya kondisi desa kami dan juga tidak tahu mengadu kepada siapa,"ungkap Eri. Disampaikannya, lahan yang diperjualkan sebanyak 6o hektar dengan jumlah penduduk yang ada dilokasi lahan tersebut sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) tetapi lahan tersebut sekarang sudah bertambah banyak dikuasai oleh pengusaha keturunan itu. Ngaku Tidak Pernah Menjual Sementara itu Kepala Desa Lubuk Besar,Kemuning Inhil, Aprizal ketika dikomfirmasikan masalah itu melalui Hpnya dengan tegas mengelak bahwa dirinya sebagai Kepala Desa telah menjual lahan itu. "Janganlah menuduh sembarangan karena saya tidak pernah berbuat,"ungkap Kades Lubuk Besar melalui Hpnya. Disampaikan Aprizal, sebatas yang diketahuinya memang ada penjualan lahan itu tetapi tidak dimasanya menjabat. Dan yang menjual lahan itu adalah Mantan Kades Lubuk Besar yang lama yakni H Khairudin,tegasnya mengelak. Dan seingatnya,sebut Aprizal, kenapa mantan kades itu menjual lahan tersebut adalah untuk menebus masyarakat yang kena tahan di Polres. Makanya sekali lagi, saya katakan bahwa saya tidak pernah menjual lahan tersebut,tuturnya.(tim)

sumber Riau global
 
Copyright © 2013 INSEL NEWS